Ahad, 14 September 2025, Pondok Pesantren Tahfizh dan Tafhim Al-Qur’an Al Husna Jonggol kembali menyelenggarakan acara TAWAS (Ta’lim Wali Santri) yang berlangsung dengan penuh khidmat dan suasana yang meriah. Tema yang diangkat kali ini adalah “Visi Pendidikan Pesantren dan Peran Wali Santri” bersama KH. Sigit Pranowo, Lc, selaku pengasuh Ponpes Al Husna. Kehadiran beliau memberikan semangat dan arah yang jelas dalam menguatkan sinergi antara pesantren dan wali santri demi terwujudnya generasi Qur’ani yang berakhlak mulia.
Acara dimulai pada pukul 09.00 WIB di Masjid An Naimul Muqim (Masjid Putra Al Husna). Yang menarik, jalannya acara dipandu langsung oleh santri pilihan yang berperan sebagai Master of Ceremony (MC). Dengan penuh percaya diri, para santri memandu kegiatan dalam tiga bahasa sekaligus: Bahasa Indonesia, Bahasa Arab, dan Bahasa Inggris. Hal ini bukan hanya menambah semarak acara, namun juga menunjukkan kualitas pembinaan santri dalam penguasaan bahasa dan keberanian tampil di depan umum.
TAWAS kali ini juga menjadi momen istimewa karena bertepatan dengan waktu penjengukan santri. Wali santri hadir dengan penuh antusias untuk bertemu buah hati mereka yang sedang menempuh pendidikan di pesantren. Kehangatan suasana terlihat jelas ketika orang tua dapat berinteraksi langsung dengan putra-putri mereka, menyaksikan perkembangan, serta memberikan motivasi agar tetap bersemangat dalam menimba ilmu.
Tak kalah menarik, suasana kemeriahan juga semakin lengkap dengan adanya Suquna, yaitu bazar khas TAWAS yang hanya diadakan pada momen tertentu. Berbagai produk dan jajanan ditawarkan, baik hasil karya santri maupun masyarakat sekitar. Kehadiran bazar ini bukan sekadar pelengkap acara, tetapi juga menjadi ajang silaturahmi, kemandirian, dan pemberdayaan ekonomi kreatif di lingkungan pesantren.
Dengan rangkaian acara yang tersusun rapi, TAWAS September 2025 berjalan lancar dan penuh berkah. Antusiasme wali santri, kesungguhan para santri dalam berkontribusi, serta kebersamaan yang terjalin di tengah suasana religius, menjadikan acara ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan momentum penting untuk memperkuat ukhuwah dan visi bersama dalam mendidik generasi Qur’ani.