Mencetak Santri Siap Andil dalam Kemajuan Teknologi Dunia

Share This Post

Kemajuan teknologi saat ini telah membawa perubahan besar dalam seluruh aspek kehidupan, termasuk dunia pendidikan. Perubahan ini terjadi begitu cepat dan revolusioner, hingga banyak masyarakat yang membutuhkan waktu untuk beradaptasi — sebuah proses alami yang disebut difusi inovasi.

Dalam sejarah Islam pun, kita melihat bagaimana dakwah Rasulullah ﷺ di masa jahiliyah menghadapi tantangan berat. Banyak yang menolak, bahkan memusuhi, sebelum akhirnya Islam diterima luas. Ini menjadi pelajaran penting bahwa inovasi, perubahan, dan kebaikan selalu membutuhkan waktu untuk diterima masyarakat.

Demikian pula dengan inovasi teknologi. Jika difusi teknologi disambut positif, maka masyarakat akan tumbuh menjadi komunitas yang cerdas dan produktif. Sebaliknya, respons negatif terhadap teknologi hanya akan melahirkan perubahan sosial yang merugikan.

Sayangnya, santri selama ini kerap mendapat stigma sebagai kelompok yang “kudet” (kurang update) terhadap teknologi. Banyak pesantren memilih untuk membatasi akses teknologi karena khawatir lebih banyak mudarat daripada manfaat. Padahal, tantangan zaman mengharuskan kita mendidik generasi santri agar cakap dan bijak dalam menggunakan teknologi, tanpa keluar dari koridor syariat.

Teknologi: Antara Ancaman dan Peluang

Pada hakikatnya, teknologi diciptakan untuk kemaslahatan manusia. Namun, penggunaan tanpa kontrol dapat berujung pada kemudaratan. Dalam dunia dakwah, teknologi menawarkan peluang besar yaitu dakwah bisa tersebar luas hanya dalam hitungan detik melalui berbagai platform media sosial.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an surah Ibrahim ayat 4:

“Kami tidak mengutus seorang rasul pun melainkan dengan bahasa kaumnya, agar dia dapat memberi penjelasan kepada mereka…”

Ayat ini menegaskan pentingnya menyesuaikan dakwah dengan kondisi masyarakat. Di era teknologi ini, para da’i harus melek media, bukan justru menutup diri dan anti terhadapnya.

Multimedia Al Husna: Mempersiapkan Santri Menjadi Pelopor

Dengan kesadaran tersebut, Pondok Pesantren Tahfizh wa Tafhim Al Qur’an Al Husna mendirikan program Multimedia Al Husna, sebuah wadah bagi santri untuk mengasah keterampilan teknologi secara terarah.

Kegiatan keterampilan ini meliputi:

  • Komputer Dasar: Mengenal hardware, software, dan penggunaan komputer secara efektif.
  • Elektronika Dasar: Memahami prinsip kerja alat-alat elektronik hingga mampu merakit karya sederhana.
  • Desain Grafis: Membuat visual kreatif untuk mendukung dakwah dan edukasi.
  • Jurnalistik: Mempelajari cara menyeleksi dan menyajikan informasi yang valid dan bermanfaat.

Setiap bidang keterampilan ini berlangsung selama satu tahun dengan pembelajaran rutin mingguan di ruang Multimedia yang telah disediakan oleh pondok.

Agar terjaga kualitasnya, santri harus mengikuti seleksi untuk bisa bergabung, dengan syarat minimal sudah mencapai tingkat Ula atau telah belajar di pondok selama satu tahun.

Mencetak Generasi Emas 2045

Program ini bukan sekadar mengajarkan keterampilan teknis, tetapi membentuk karakter santri menjadi pengguna teknologi yang bertanggung jawab, kreatif, dan kontributif terhadap umat.

Dengan menyebut nama Allah, dan untuk mencari ridha-Nya, program kecil ini diharapkan menjadi langkah awal menuju perubahan besar: melahirkan generasi emas Islam — santri yang cerdas, beradab, dan siap menjadi pelopor kemajuan teknologi dunia.

Bismillah wa lillah, semoga langkah kecil ini menjadi bagian dari visi besar membangun Indonesia Emas 2045.

Jelajahi lebih Bayak

Mari bergabung bersama kami

Membina generasi Qur'ani