Share This Post

Dan Akhirnya, Saung Legend Itu Pun Roboh

Senja yang teduh di sudut halaman ini terasa berbeda. Di sana, di atas ubin paving yang tersusun rapi, Saung Legend itu kini telah menyerah pada takdirnya. Bukan karena diterjang badai, melainkan karena telah tuntas menjalankan tugas mulianya selama bertahun-tahun.

Sejak 2018, selama kurang lebih delapan tahun, saung bambu sederhana dengan atap ijuk yang menghitam ini berdiri gagah. Ia bukan hanya tumpukan bambu; ia adalah madrasah pertama bagi banyak santri. Di atas lantai biliknya yang kini melengkung patah, tawa riang bercampur dengan heningnya khusyuk. Di bawah atapnya yang lapuk, ribuan ayat Al-Qur’an dilantunkan, dieja, dihafalkan, dan diresapi. Saung ini adalah tempat jutaan huruf hijaiyah menemukan jalannya menuju hati dan lisan generasi penghafal.

Lihatlah potretnya kini. Tiang-tiang bambu itu telah reyot, anyaman dindingnya yang bermotif indah telah terbuka, seolah menampilkan semua kelelahan yang dipikulnya. Ia rebah, tetapi ia rebah dengan kehormatan. Ia telah memberikan segalanya: tempat bernaung dari panas dan hujan, alas yang kokoh untuk sujud, dan ruang yang tenang untuk tadarus.

Jejak Abadi Para Muhsinin
Kepada segenap Muhsinin (para dermawan) yang dengan keikhlasan hati mendermakan saung ini, kami haturkan Jazakumullahu Khairan Katsiran (semoga Allah membalas kalian dengan kebaikan yang banyak).
Saung ini mungkin telah roboh, namun pahala jariyah Anda tidak akan pernah terhenti. Setiap kali seorang santri melafalkan Alif, Lam, Mim di tempat ini—dulu di atas saung ini, kini di tempat baru yang terinspirasi darinya—setiap irama lantunan, setiap tetesan ilmu, setiap perubahan akhlak yang terukir, semua itu akan terus mengalir sebagai amal shalih yang memberatkan timbangan kebaikan Anda di akhirat.
Kebaikan Anda adalah fondasi yang tak terlihat. Ia jauh lebih kokoh dari tiang bambu manapun. Saung ini adalah bukti fisik dari iman dan kedermawanan Anda, dan kini, ia telah menjadi sebuah legenda.

Saung ini telah usai masanya sudah lelah menopang para calon ulama yang insyaallah lillah karena Allah SWT, semoga amal kebaikan yang tertanam di dalamnya akan terus mengalir, seiring dengan ayat-ayat suci yang tak pernah berhenti dibaca. Semoga Allah SWT menerima setiap amal para Muhsinin dan menjadikannya cahaya yang tak pernah padam.

Jelajahi lebih Bayak

Mari bergabung bersama kami

Membina generasi Qur'ani