Kesiapsiagaan adalah bagian penting dari kehidupan di pesantren. Bukan hanya soal kedisiplinan dalam ibadah dan belajar, tetapi juga tentang bagaimana santri mampu bersikap tenang dan sigap menghadapi keadaan darurat. Semangat inilah yang tampak dalam kegiatan pelatihan pemadaman api yang diikuti oleh para santri putri Pondok Pesantren Al-Husna Jonggol pada Sabtu, 19 Oktober 2025.
Pelatihan ini diselenggarakan sebagai bagian dari rangkaian Jahafil Kepramukaan Akhwat, program ini memadukan nilai-nilai kepramukaan, tanggung jawab sosial, dan pembinaan karakter Islami. Kegiatan berlangsung di area terbuka pondok dengan suasana penuh semangat dan antusiasme.
Dalam sesi pelatihan, para santri tidak hanya mendengarkan penjelasan teori, tetapi juga berlatih langsung bagaimana cara memadamkan api dengan aman, baik menggunakan kain basah maupun alat pemadam api ringan (APAR). Dengan panduan dari tim SAS yang berpengalaman, santri diajak memahami penyebab kebakaran, langkah-langkah pencegahan, hingga cara menangani api tanpa rasa panik.
Salah satu momen menarik adalah ketika beberapa santri diberi kesempatan mempraktikkan langsung teknik pemadaman menggunakan karung basah dan apar. Dengan keberanian dan kehati-hatian, mereka menutupi api hingga padam sempurna disambut tepuk tangan dari teman-teman lainnya. Suasana belajar menjadi penuh tawa dan semangat, namun tetap sarat makna dan kedisiplinan.
Melalui kegiatan ini, diharapkan santri Al-Husna tidak hanya tangguh secara spiritual dan intelektual, tetapi juga memiliki kesadaran tinggi terhadap keselamatan diri dan lingkungan. Pelatihan seperti ini menjadi pengingat bahwa musibah bisa datang kapan saja, dan setiap orang perlu dibekali keterampilan dasar untuk menghadapinya.


